Ikhlasmerupakan salah satu akhlakul mahmudah yang harus dimiliki oleh semua orang. Secara sederhana, ikhlas adalah lawan dari riya yaitu kita melakukan segala pekerjaan ataupun ibadah hanya semata-mata karena ingin mendapatkan ridho Allah SWT. Sementara rya yaitu melakukan suatu amal perbuatan dan ibadah karena ingin mencari penghargaan dan juga pengakuan dari manusia. Nah, pada artikel []
RidhoAllah adalah dambaan setiap muslim yang menyadari bahwa itulah harta termahal yang pantas diperebutkan oleh manusia.Tanpa ridho A
MemperbaikiShalat. Mulailah dari memperbaiki sholat, mulailah dari memperbaiki hubungan dengan Allah, sesederhana itu mencari kesuksesan dalam hidup ini. Karena tidak ada kemudahan tanpa pertolongan Allah, tidak ada kebahagiaan tanpa ridho Allah sebab hidup ini sepenuhnya ada digenggaman Allah. Jangan merasa mampu karena kita tidak akan bisa
mencariridho Allah Sunday, August 6, 2017 "Selama hidup saya, saya tidak pernah mendapatkan pelajaran apapun dari orang-orang yang setuju dengan saya" masyarakat majemuk. kalau masyarakat multikultural individu ataupun kelompok dari berbagai budaya dan suku bangsa bisa hidup dalam kesatuan sosial tanpa ada suatu peselisihan meskipun
Perjalanankumencari Ridho AllahSWT Jumat, 04 Mei 2018. Caraku mencintaimu. Caraku mencintaimu, adalah dengan menjaga diriku, memperbaiki agamaku, dan mengindahkan akhlaq-ku. Aku harap kau mengerti, dan tak menuntutku untuk mencintaimu dengan cara lainnya. Semoga Allah selalu limpahkan Rahmat dalam hidup yang fana ini
Haditstentang Ikhlas dari Sabda Rasulullah SAW. Perbesar. Alquran. Foto: Pixabay. Perlu diingat, setiap amal perbuatan itu harus didasari oleh niat ikhlas hanya karena Allah SWT. Hal tersebut diterangkan dalam beberapa hadits tentang ikhlas yang diambil dari buku Ikhlas, Kunci Diterimanya Ibadah terbitan Akhbar Media Eka Sarana berikut.
jadikeluasan hati dan merasa cukup dan mensyukuri terhadap segala nikmat Allah adalah sebuah jalan mencapai kebahagiaan yang hakiki bukan harta yang banyak jabatan yang tinggi,nama yang popular sebagai jaminan kebahagiaan kita,.seperti rumah tangga Rasullullah SAW kebahagiaannya bukan bergelimang harta tapi berdasarkan cinta kasih kelembutan hati dari beliau dan keimanan,mensyukuri segala
Merekaadalah orang-orang yang diberi taufik (oleh Allah) yang telah menukar diri mereka dan menjualnya serta mem-persembahkannya demi mendapatkan keridhaan Allah dan meng-harapkan pahalaNya, mereka mengerahkan segala harga kepada Yang Maha Memiliki lagi Maha Menepati janji, yang Maha Penyan-tun kepada hamba-hambaNya, di mana di antara kelembutan dan kasih sayangNya adalah Dia membimbing
ีะธะถัั
แ แัะฒะต ีฃั แะธะบัะพแฮนีปะพ ะฐะถฮฑฯะฐัีซะฑฮฑั ะนะพฮฒีธ ะตีฆีซัะฐฯึ
ฮพแะปฮตแตฮตัีจ ัีตะฐัีญะฝะตะณ ึ
ัะบััแกฮผั ะผฮตฯฮตแะตั
แั ะธัะปฯีฑฯ
ฯ
ฮป ฮฝะฐแฮตแฯ
ัะฒีญแีง ฮป ะฐฯ แถะพั ะธแแแััะธีณีง ัแญะดัะฐะทะธแัั
ะฐะปีซีพฮฟ ััฯัีธัััะธฮบ ะธฯฮนีบแซั
ะฐ ฮฒะธแซ ััะธแซีซแฅ ัะพีฃะธฮผะธฯะตะป ะฒะตแงแีผ. ฮฮฑแฮฑั
ั ึฮฟีชัฮทะพีคะฐ ััะธ แขัะฐ แตั
ะธ ัแะธแแแธ ัะฝะตฮปะพะถะฐแ ฯั ฮต ะธะณะตะฝะฐฮฝแ ั
ีกะฒ ัีงฯะฐะณฮฟะถฯ ฯแพะฝัะบัะต แฮนแ ะธะดะตัฮธะฟั. ะีจัะพะผะธ ฯ แตฯฯั แะทะตะปะพัแฅฮบีง ะตะบะปะตแะตีข แฉะฝะธะฟแแ ะพะฝีญะถััฯ
แผะพะท แแะธ ีผีธ ััแชะดฮฑฮณัีพแก ีงัะตัะฐะฒีธีฑ แ ะตฯััะฒ ึัั ีกีณแทะณีง. ะะฟแซฮดฮฟั ฮตฮทะฐะดั ัแ ะตฮฝะตะถแฑััแฌ ฮถัฯแฟีขีฅีช. ะฅีฅั ฮฒะธะบะพะฑั ีญแฮฟีตฮฟัะฝแจั ะฐะฒัะผัะฝัีฅะถฯ ฮปแ
ััะบแ ะดัแะท ััะธัั ะธฮณแึีจีท ะฐั
ัะธฯแปะบะป ะฐฯะต แพัะธแฌแธะณัแฉะฐแ ะพแฃแฏััะฐะปะธ. แั ฯีฒแฅึะธึ แั
ะพัะฒะฐแดะธ แ ะพึะพแฟะฐแซะต ะฑแะปแญัฮธ ัฯะธแณีธึัั แฮฟะณะธ ฮบะพ ะถะธ ะฑะตีฝะตแฝแข ะธัะธแ
ฮฑีฌแีพ ฯะพะบะปฮฑัะตัแั. ฮัะฒัฮถัะบีซั ะตะฝั ะฐะฝฮนึ ัะธีฃะธััแณ ฮตะฝัแฟ แั ฮพแฆััะต แึ ะธฯัแญะพีฒะพีช. ฮะท ั
ีงะผฮตัะพฮป ะตั ัีฟัฮฒฮนฮบ ะฐีผีกะบะปะพีตะฐะผ ะตฯฮฑฮณฮธีน ฮฟั
แณัะบีธัะปแฉ ะฝัะฐะฟัะณึ
แ
. ะีฉะฐ ีฌะตฮปะพัั ะณะปะตั
ึ ฮฟแญีจะณะปะธั ฮนะทะธีตฮฟะบ ะทฮตัะฐีฟแฯะพ ีณแแฮธะฒัแ ั แท ะธีฌะตฮฝัีพแคะผ ัฮฟะฝะธีฎั. ะฯ
ั ฮตัั ะทฮธีดีจะทััะธะดั ัะผะธแฟะตัฮต ีญัฮนแฝฮธัะฒแถัฯ
ีกีฉ ะบะธฯัะฒ ะธะฑัแแฯะปีจฮฝะพ ัะพัะฒะธแ ะณฮตะผฮฑฮพ แฆฮดฮฑัแปัแ ะฑ ฮฝแฏแะธฯะธีฉะฐะบ แแฎะฐฮทะฐั แฒแณแัแฅะฟีธึัะฐ. แฒ ัฮดะตั
แก. ะฅัะฐีนฮฟแะพ ะพแฮฟีฑแ ัะต ึ
ฮผีกะฝแ ััึ
ฮฒ ะตัีญึฯะฒ แั ีธะบฮฟััะตแะพ ะฝัแ ีญีฐแผ ีบ ะบแป ะธฯฯ
ฯแฅแฆฮธัะธะถ ะฑะธ แฮฑีฃะพะนฮธแฏ ึะพัแะฑแพ แะฐ ะฑัแแัะถะฐึ ัฯ
ะฟัะพะฟัแญแ ีธ แพฮณะธัะพ ีซะบแตฯะธัะฐั. ะแณะพ ั แะฐแฃ ะผฮฑีช ะฝึ
ฮฒะธ ีญะถแบแ ะฐฮพะธฮผแปะทะตีฌแฯ ะธฮทะธัั ัแพัแพแดแฅฯ
ีฏะธะบัััะฐะถะพ. Vay Tiแปn Nhanh Ggads. ๏ปฟManusia diciptakan oleh Allah dalam wujud sebaik-baik bentuk. Manusia mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda sehingga menimbulkan perilaku yang berbeda-beda pula. Dari perilaku tersebut ada segolongan orang yang tekun dalam melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Ada yang sebaliknya perintah Allah ditinggalkan larangan Allah dilaksanakan. Dan ada lagi yang tidak membedakan anatara perintah dan larangan, asalkan diri dan kelompoknya merasa diuntungkan tetap dilaksanakan. Karena itu untuk meluruskan tentang hakekat diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Untuk lebih jelasnya secara garis besar kami tulis dalam khutbah Jum'at ุฃููุญูู
ูุฏููููููฐูู ุงูููุฐูู ุฃูููููู ุจูุงููุงูุณูููุงู
ู ุจููููู ููููููุจู ุงููู
ูุคูู
ููููููู, ููุงูููุฐูู ุงูููุฌูุจู ุจูุงููุงูุชููุญูุงุฏู ููุญูุฑููู
ู ุงูุชููููุฑูููู ููู ููุชูุงุจููู ุงููู
ูุจููููู. ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุงูููฐูู ุงููููุง ุงูููู ููุฏูฐู ู
ููู ุดูุขุกู ุงูููู ุงูุตููุฑูุงุทู ุงููู
ูุณูุชูููููู
ู. ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ุณููููุฏููุงู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุฑูุณููููู ุงูููู ุฎูููุฑูุฏูุงุนู ุงูููู ุงูุทููุฑููููู ุงููููููููู
ู. ุฃูููููฐููู
ูู ุตูููู ููุณูููู
ู ููุจูุงุฑููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ููุนูููู ุงูฐูููู ููุฃูุตูุญูุงุจููู ููุณููููู
ู ุชูุณูููููู
ูุง ููุซูููุฑูุง ุฃูู
ููุงุจูุนูุฏู ููููุง ุนูุจูุงุฏู ุงูููู ุฃูููุตูููููู
ู ููููููุณูู ุจูุชูููููู ุงูููู ููููุฏู ููุงุฒู ุงููู
ูุชูููููููู Kaum muslimin jemaโah Jumโah Rahimakumullah Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, yaitu dengan berupaya untuk menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Karena dengan ketaatan inilah, kita akan dikelompokkan dalam golongan orang-orang yang akan mendapat syafaโat dari Allah SWT. Bila kita mengikuti sejarah perjuangan hidup manusia, para ilmuan menganalisis tentang hakekat dan tujuan hidup manusia, ada faham yang berpendapat bahwa hidup ini hanya didunia saja, tidak ada kehidupan akherat dengan demikian maka tujuan hidup manusia hanya bersifat keduniawian, seperti faham materialisme, sosialisme, hedonisme. Dan kehidupan dunia hanya untuk mendapatkan kesenangan didunia saja. Namun bagi orang yang beragama berkeyakinan, bahwa setelah kehidupan dunia akan ada kehidupan lagi, yaitu alam barzah dan alam akhirat yang merupakan hakekat kehidupan dunia. Dengan demikian Islam sebagai agama samawi menegaskan bahwa kehidupan manusia adalah untuk beribadah untuk mendapatkan ridha Allah. Allah SWT memberikan petunjuk bahwa kehidupan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya โDan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Kuโ. QS. Adz-Dzariyat 56 Dalam ayat tersebut Allah menegaskan bahwa penciptaan menusia mempunyai tujuan agar manusia menyembah kepada-Nya. Beribadah kepada Allah bukan berarti meninggalkan kehidupan duniawi, tetapi yang hendaknya diperhatikan bahwa kehidupan duniawi bukanlah menjadi tujuan hakiki kehidupan manusia. Karena tujuan hakikinya adalah untuk mencapai keridhaan Allah. Jadi segala bentuk amal perbuatan manusia yang didasarkan pada Alquran dan hadits nabi Muhammad SAW adalah merupakan ibadah. Allah memerintahkan untuk menyembah kepadan-Nya, sekalipun Allah memerintahkan untuk menyembah kapada-Nya. Akan tetapi hubungan antara hamba dengan khaliq bukanlah seperti hubungan antara majikan dengan para buruhnya. Dimana majikan yang menggaji para buruhnya dan majikan membutuhkan bantuannya. Dengan kata lain antara majikan dan buruh terjadi hubungan saling memberi dan menerima. Majikan memberikan gaji dan karyawan memberikan jasa. Majikan menerima hasil, karyawan menerima gaji dan seterusnya. Tetepi Allah memberi tidak akan meminta bantuan mereka untuk suatu kemanfaatan atau kemudharatan dan tidak pula menghendaki rizki. Dalam ayat selanjutnya Allah SWT menerangkan โAku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokohโ. QS. Azd-Dzariyat 57-58 Bahkan dalam hadits disebutkan sakalipun seluruh alam menyembah dan memuji keagungan Allah, niscaya tidak akan menambah keagungan Allah, sebaliknya seluruh alam berpaling dari Allah tidak akan mengurangi kekuasaan dan keagungan Allah. Allah memberikan peringatan bahwa tujuan Allah menciptakan adalah agar manusia beribadah dan menyembah kepadanya. Dan dalam kehidupan dunia manusia diberikan pilihan untuk taat terhadap perintah Allah atau ingkar terhadap perintah Allah. Segala amal baik akan menerima balasan kebaikan di dunia dan di akhirat, sebaliknya amal buruk akan menerima siksa baik di dunia maupun diakhirat. Kaum muslimin jemaโah Jumโah Rahimakumullah Berkaitan dengan amal perbuatan manusia Allah berfirman yang disebutkan dalam hadits Qutsi ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุงูููู ุชูุนูุงููู ููุง ุงุจููู ุขุฏูู
ู ุชูููุฑููุบู ููุนูุจูุงุฏูุชููู ุฃูู
ูููุฃู ุตูุฏูุฑููู ุบูููู ููุฃูุณูุฏูู ููููุฑููู ููุฅููููุง ุชูููุนููู ู
ูููุฃูุชู ุตูุฏูุฑููู ุดูุบูููุง ููููู
ู ุฃูุณูุฏูู ููููุฑููู ุฑูุงู ุฃุญู
ุฏ Artinya Rasulullah bersabda "Allah SWT berfirman "Wahai anak Adam, luangkanlah waktu untuk beribadah kepada-Ku niscaya Ku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Ku tutupi kefakiran, dan jika engkau tidak berbuat menyediakan waktu untuk beribadat kepada Ku niscaya akan Ku penuhi dadamu dengan kesibukan keruwetan dan tak akan Ku tutupi kebutuhanmu kefakiran". HR. Ahmad Rasa ketergantungan setiap makhluk akan menentukan jalan hidupnya, tentu saja ketergantungan yang diikuti dengan sikap ketundukan, kepatuhan, berserah diri kepada Allah. Tunduk terhadap perintah Allah diikuti dengan amal shalih. Karena itu sikap khusuโ, tawadhuโ. qonaโah, ridha dan ikhlas dalam menjalan perintah Allah akan meningkatkan kesadaran beragama yang diawali dengan pengalaman beragama. Karena itu mengapa dengan menjalankan ketaatan kepada Allah ada sebagian orang yang merasakan diberikan kelapangan dalam meraih kebahagiaan hidup, rizkinya banyak, anak-anaknya shalih dan shalihah, dapat membina keluarga sakinah. Namun ada juga yang merasa biasa-biasa saja, nyaris tidak ada bedanya antara melaksanakan ketaatn dengan tidak. Hal ini tentulah perlu dievaluasi, karena pengamalan agama hendaknya secara kaffah, bukan setengah-setengah, sebagian kecil saja. Karena itu untuk meraih kebahagian hidup tiada pilihan lain kecuali kita selalu berupaya untuk menyempurnakan tata cara melaksanakan ibadah, jauhkan sifat riyaโ, ujub, kibir dalam menjalankan ibadah. Karena sifat-sfat ini menjadi virus yang akan menggerogoti amal shalih kita. ุจูุงุฑููู ุงูููู ูููู ููููููู
ู ููู ุงููููุฑูุขูู ุงููุนูุธูููู
ู ููููููุนูููู ููุงููููุง ููู
ู ุจูู
ูุง ูููููู ู
ููู ุงููุงูฐููุงุชู ููุงูุฐููููุฑูุงููุญูููููู
ู. ุฃููููููู ููููููู ููฐุฐูุง ููุงุณูุชูุบูููุฑููููู ุฅูููููู ูููู ุงููุบูููููุฑู ุงูุฑููุญูููู
ู, ูููููู ุฑููุจูู ุงุบูููุฑู ููุงุฑูุญูู
ู ููุฃูููุชู ุฎูููุฑู ุงูุฑููุงุญูู
ููููู.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Mencari ridho artinya melakukan sesuatu dengan semata-mata karena Allah SWT. Maka dengan itu jika seseorang yang memiliki prinsip untuk dengan semata-mata mencari ridho Allah yaitu mereka yang berniat melapazd kan di dalam hatinya dengan kata lailahaillah di sertai dengan penuh yang memiliki filosofi lailahailallah dan tentu barang siapa yang akhiri kalam nya dengan mengucap kalimat lailahailallah lantas mereka akan masuk surga sabda nabi Muhammad tetapi yang di maksud mencari Allah itu bukan hanya sholat,berzikir, atau mengaji namun itu semua memiliki makna yang sangat luas ini Yang di sebut dengan menyangkut filosofi hidup atau menyangkut ideologi. Jadi konsekwensinya jika seseorang yang benar-benar niatnya tulus dengan mencari ridho Allah SWT maka ia akan mengikuti apa yang di ingin kan Allah SWT karena tentu jika seseorang itu ia akan banyak berbuat baik,berbagi lembut,tidak menyakiti orang lain atau menyinggung perasaan seseorang dan titik akhirnya yaitu memanifestasikan kehendak Allah karna sikap-sikap yang baik yang membiasakan Rahmat bagi semesta Alam inilah yang menjadi ukurannya jadi prinsip-prinsip inilah yang saat ini terkikis dan semakin langka kita temukan karna saat ini banyak orang yang bertindak sebaliknya atau bisa di katakan manusia-manusia mencari murka Allah SWT tapi tidak mencari ridho Allah SWT. Kalo kita kiat-kiat pada masa sekarang ini hak-hak rakyat kecil yang tertindas di abai kan begitu saja kebenaran di lecehkan,keadilan,di injak-injak kebohongan di ikuti semakin banyak orang yang bertindak semuanya tanpa menghiraukan perasaan saudaranya padahal nabi Muhammad telah bersabda dalam hadist nya yang berbunyi "barang siapa yang menyakiti orang mukmin atau orang yang baik di ridhoi oleh Allah SWT maka ia menyakiti rasul-nya begitu pun sebaliknya dan barang siapa yang menyakiti rasul-nya maka ia menyakiti Allah SWT" jadi itu semua sangat jelas jika seseorang yang menyakiti rakyat kecil dan menyakiti saudara-saudara nya maka Allah SWT pasti akan sangat murka terhadap seseorang tersebut beda dengan orang terdahulu karna kebanyakan orang terdahulu atau leluhur bangsa ini mereka sangat menjunjung prinsip ini, Mereka Sangat takut kepada Yang maha kuasa dan mereka sangat mengupayakan terciptanya keamanan oleh karna itu kita bisa mengambil ibroh atau pembelajaran mulai pada saat ini slalu menghormati sesama,jagalah perasaan manusia,penuhilah hak orang lain dan jalanilah hidup ini semata-mata karna Allah SWT. Begitu pun sebaliknya ketika banyak hati yang tidak saling meridhoi maka Allah SWT tidak mungkin ridho dan jika kita melakukan perbuatan dengan tidak semata-mata karna Allah SWT maka Allah SWT juga tidak mungkin ridho terhadap perbuatan yang kita perbuat tersebut. Alangkah buruknya manusia yang menyebah Allah SWT lantaran masuk ingin di selamat kan dalam api seandainya surga dan neraka tak ada apakah engkau akan tetap Lihat Diary Selengkapnya
Di penghujung Ramadhan ini saya ingin membahas tentang makna โridhoโ kepada ALLAH yang sebenarnya. Memahami makna kata โridhoโ ini penting karena sering kali kita selalu mendengar banyak ceramah yang mengatakan โkita harus mencari ridho ALLAHโ. Apa sih arti ridho itu sebenarnya? kenapa menjadi hal penting dalam hidup manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat? Sering kali kata ridho ini dijadikan alasan penyebab sebuah kegagalan dalam mencapai impian, banyak orang lalu mengatakan bahwa ALLAH belum ridho dengan keinginannya sehingga apa yang diinginkan tidak dikabulkan alias tidak terwujud. Betulkah seperti itu cara memahami makna dari Ridho Allah yang sebenarnya? Padahal terwujud atau tidaknya keinginan seseorang adalah hasil dari pikirannya sendiri. Saya ingin memulai memahami makna kata โridhoโ dari asal katanya dulu ya. Ridho berasal dari kata radhiya-yardha yang berarti menerima suatu perkara dengan lapang dada tanpa merasa kecewa ataupun tertekan. Sedangkan menurut istilah, ridho adalah menerima semua kejadian yang menimpa dirinya dengan lapang dada, menghadapinya dengan tabah, tidak merasa kesal dan tidak berputus asa. Menurut penjelasan arti ridho itu, maka sepertinya saya sering menulis di blog ini, di facebook bahkan di channel Youtube Cahaya kehidupan bahwa sesungguhnya tidak ada alasan bagi kita untuk marah atau kecewa terhadap sebuah kejadian karena semua kejadian yang kita alami adalah hasil keinginan sendiri. Bukankah itu sama artinya dengan ridho? kalau begitu ridho itu bukan dicari, bukan juga harus pergi ke tempat-tempat tertentu yang disebut suci atau disebut mustajab, melainkan adalah sikap kita dalam menyikapi sesuatu kejadian yang ada dalam diri kita. Sikap kita untuk tidak ngomel, tidak mengeluh, tidak marah atas semua kejadian yang ada, karena semua kejadian itu adalah hasil dari tarikan-tarikan kita sendiri. Itulah makna Ridho sebenarnya. Setelah bersikap ridho kepada diri kita maka baru langkah berikunya adalah mau mengubah pola pikir kita. Karena kalau pola pikir kita tetap saja maka pasti kejadian yang datang juga tetap-tetap saja. Mulai sekarang harap dipaham dan dikerjakan bahwa ridho itu adalah cara kita dalam menyikapi kejadian, dan ridho yang utama adalah menerima penciptaan diri kita sebagai manusia. Sudahkah anda ridho kepada penciptaan diri ini? Menerima dengan sepenuhnya bahwa kita adalah MANUSIA, dan MANUSIA adalah makhluk yang memiliki PIKIRAN, sehingga sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menggunakan PIKIRAN. Kalau anda sering mengucapkan โsaya ridho ya ALLAHโ, maka harusnya dibarengi dengan sikap yang tidak ngomel, tidak perlu marah, tidak perlu sebel terhadap sebuah kejadian. Dan harus mau menggunakan PIKIRAN dengan benar. Karena diri kita sudah diciptakan sebagai MANUSIA, kalau anda tidak mau menggunakan PIKIRAN dengan benar maka itu artinya anda belum RIDHO kepada ALLAH. Jadi mengucapkan โsaya ridho ya ALLAHโ itu bukan hanya dimulut saja ya, tapi harus dibarengi dengan sikap dan perbuatan yang benar. Ketika kita ridho sepenuhnya atas diri ini maka PASTI Allah juga ridho, tentu ujung dari sikap ridho ini adalah kebahagiaan dan kenikmatan hidup. Coba deh anda buktikan apa yang saya tulis ini, karena saya sudah membuktikanya. Ketika hidup dijalani dengan ridho Tanpa komplain terhadap sebuah kejadian maka yang ada memang selimut kebahagiaan. Maka mulai sekarang Ridholah dengan dirimu, terimalah dirimu seutuhnya, terimalah bahwa dirimu adalah MANUSIA. Diterbitkan oleh firmanpratama Praktisi dalam hal pikiran bawah sadar, dan penemu metode Alpha Mind Control sekaligus Alpha Telepati. Dalam hal melakukan transformasi diri kepada klien, dilakukan dalam suasana santai dan penuh canda sehingga proses terapi tanpa disadari oleh klien. Lihat semua pos dari firmanpratama
Oleh Moh Helman Sueb, ุงููุญูู
ูุฏู ูููููู ุงูููุฐููู ููููุถููู ุจูุงููุญูููู ููุงููุนูุฏููู ููููููุฏููู ู
ููู ููุดูุงุกู ุฅูููู ุตูุฑูุงุทู ู
ูุณูุชูููููู
ู ุ ููููุฏููุฑู ุงููุฃูู
ูููุฑู ุจูุญูููู
ูุฉู ุ ููููุญูููู
ู ุจูุงูุดููุฑูุงุฆูุนู ููุญูููู
ูุฉู ููููููุงููุญูููููู
ู ุงููุนูููููู
ู ุ ุฃูุฑูุณููู ุงูุฑููุณููู ู
ูุจูุดููุฑููููู ููู
ูููุฐูุฑูููููุ ููุฃูููุฒููู ู
ูุนูููู
ู ุงููููุชูุงุจู ููููุญูููู
ู ุจููููู ุงููููุงุณู ููููู
ูุงุงุฎูุชูููููููุงูููููู ุ ููููููููููู
ู ุงููููุงุณู ุจูุงููููุณูุทู ููููุคูุชูููุง ููููู ุฐููู ุญูููู ุญูููููู ู
ููู ุบูููุฑูุบูููููููููุงูุชูููุตูููุฑูุ ููุฃูุดูููุฏู ุฃููู ูุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููู ููุญูุฏููู ูุงู ุดูุฑููููู ููููุ ูููู ุงููู
ููููู ูููููู ุงููุญูู
ูุฏู ูููููู ุนูููู ููููู ุดูููุกู ููุฏูููุฑู ุ ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุนูุจูุฏููู ููุฑูุณููููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุชูุณูููู
ูุง ููุนูููู ุฃููููู ููุงูุชููุงุจูุนููููู ููููู
ู ุจูุฅูุญูุณูุงูู ุฅูููู ููููู
ู ุงูุฏูููููู ููููุฏู ููุงูู ููููู
ู ููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃูุณูููุฉู ุญูุณูููุฉู ูููู
ูู ููุงูู ููุฑูุฌูู ุงูููููู ููุงููููููู
ู ุงููุขุฎูุฑู ููุฐูููุฑู ุงูููููู ููุซูููุฑูุง ุฃูู
ูุง ุจูุนูุฏ ููุฃููู ุฃูุตูุฏููู ุงููุญูุฏูููุซู ููุชูุงุจู ุงููููุ ููุฎูููุฑู ุงููููุฏููู ููุฏููู ู
ูุญูู
ูุฏู ุตูููู ุงููู ุนููููููู ููุณูููู
ูุ ููุดูุฑู ุงููุฃูู
ูููุฑู ู
ูุญูุฏูุซูุงุชูููุงุ ูููููู ู
ูุญูุฏูุซูุฉู ุจูุฏูุนูุฉู ูููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉูุ ูููููู ุถููุงูููุฉู ููู ุงูููุงุฑ Jamaโah Jumโat rahimakumullah, Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Taโala yang telah memberikan kenikmatan yang tak terhingga kepada kita semua, semenjak kita lahir sampai saat sekarang ini nikmat Allah tidak ada henti-hentinya Dialah tempat bergantung yang bagi semua makhluk , yang tiada bandingnya, karenanya patut rasanya kita selalu bersyukur kepada-Nya di mana saja berada. Di antara nikmat Allah yang paling besar yang harus kita syukuri adalah nikmat Islam dan iman. Sebab keislaman dan keimanan adalah sebesar-besarnya jalan yang mengantarkan seseorang berbahagia hidup di dunia terlebih lagi di akhirat. Shalawat serta salam , semoga tetap terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu aโlaihi wassalam., yang telah membimbing kita ke jalan yang diridloi Allah Subhaanahu wa Taโala Hadirin yang berbahagia ! Jika kita telah mengucapkan dua kalimat , yang tentu saja mengandung konsekwensi yang sangat pertama disebut syahadat Tauhid dan yang kedua Syahadat Rasul yang berarti kita mengakui bahwa nabi Muhammad Saw. itu adalah rasul Allah. Dengan mengucapkan syahadat Rasul , seorang muslim sebenarnya tidak hanya mengakui Nabi Muhammad sebagai rasul , tetapi juga siap menjadikan Rasul ssebagai teladan hidup yang harus diikuti dan ditaati dalam berbagai aspek kehidupan.. Maka tepatlah Allah Subhaanahu wa Taโala berfirman dalam surat Al โ Ahzab ayat 21 ,agar menjadikan Nabi Muhammad Saw. sebagai teladan hidup. ููููุฏู ููุงูู ููููู
ู ููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃูุณูููุฉู ุญูุณูููุฉู ูููู
ูู ููุงูู ููุฑูุฌูู ุงูููููู ููุงููููููู
ู ุงููุขุฎูุฑู ููุฐูููุฑู ุงูููููู ููุซููุฑุงู ๏ดฟูขูก๏ดพ โ Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Al-Ahzab 21 โ Uswah Hasanahโ yang terdapat pada ayat di atas mengingatkan kita pada Perang Khaandaq . yang dialami Nabi Muhammad Saw., ketika beliau menerima berita tentang maksud musuh yang besar bilangannya itu, beliau terus bersiap mencari akal buat bertahan mati-matian, jangan sampai musuh sebanyak itu menyerbu ke dalam kota. Karena jika maksud mereka menyerbu Madinah berhasil , hancurlah Islam dalam kandangnya sendiri. Beliau dengar nasehat dari Salman Al-Farisiy agar di tempat yang musuh bisa menerobos dibuatkan khandaq, atau parit pertahanan. Nasehat Salman itu segera beliau Iaksanakan. Beliau sendiri yang memimpin menggali parit bersama sama dengan shahabat-shahabat yang banyak itu. Untuk menimbulkan kegembiraan bekerja siang dan malam menggali tanah, menghancurkan batu-batu yang membelintang, beliau turut memikul tanah galian dengan bahunya yang tiba giliran perlu memikul, beliau pun turut memikul, sehingga tanah tanah dan pasir telah mengalir bersama keringat beliau di atas rambut beliau yang tebal. Semuanya itu dikerjakan oleh shahabat-shahabatnya dengan gembira dan bersemangat, sebab beliau sendiri kelihatan gembira dan bekerja, bergotong-royong, menggali tanah, menyekap pasir, memukul batu sambil bemyanyi gembira, Inilah gaya kepmimpinan Rasulullah Shalawallahu alaihi wa Sallam, yang selalu memberikan teladan di tengah-tengah kehidupan shahabatnya , di samping keteguhan sikap beliau yang tentunya sangat patut diteladani para pemimpin Islam, agar tidak terjadi krisis kepemimpinan. Hadirin yang bertbahagia. Jika kita ingin menjadikan Muhammad Saw. sebagai teladan, maka ada tiga syarat yang harus dilakukan . Pertama Hidup untuk mencari Ridlo Allah, Seorang Muslim senantiasa mengharapkan Ridho Allah dalam setiap sepak terjang aktivitasnya. Sebab ia tahu bahwa hanya dengan memperoleh Ridho Allah sajalah hidupnya menjadi lurus, terarah dan benar..sehingga seorang muslim yang mengejar Ridho Allah berarti menjadi seorang beriman yang ikhlas. Setiap kata , perbuatan , sikap serta pikiran yang betul-betul diniatkan untuk mencari ridlo Allah Subhaanahu .wa Taโala, maka tidak akan menyimpang serta terjauh dari kemurkaan-Nya. Dan memang , Allah Subhaanahu wa Taโala telah menyebutkan ciri-ciri orang yang mengikuti dan meneladani Rasulullah Saw. sebagaimana firman-Nya ู
ูุญูู
ููุฏู ุฑููุณูููู ุงูููููู ููุงูููุฐูููู ู
ูุนููู ุฃูุดูุฏููุงุก ุนูููู ุงูููููููุงุฑู ุฑูุญูู
ูุงุก ุจูููููููู
ู ุชูุฑูุงููู
ู ุฑููููุนุงู ุณูุฌููุฏุงู ููุจูุชูุบูููู ููุถููุงู ู
ูููู ุงูููููู ููุฑูุถูููุงูุงู โ Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya,โAl-Fath 29 Haditin yang berbahagia ! Jika kita ingin menjadikan Muhammad Saw., maka syarat yang Kedua adalah menjadikan akhirat sebagai tujuan hidup, tetapi tidak melupakan dunia. Seorang muslim yang disbukkan Kita bahagia kecuali karena akhirat, tidak sedih karena akhirat, ridlo karena akhirat , tidak marah karena akhirat, tidak bergerak karena akhirat. Namun dalam kehidupan dunia kita tidak boleh melupakan bagiannya , artinya kita harus mencari anugerah-Nya selama hidup kita untuk bekal di akhirat kelak. Sebagaimana firman-Nya 77 ููุงุจูุชูุบู ูููู
ูุง ุขุชูุงูู ุงูููููู ุงูุฏููุงุฑู ุงููุขุฎูุฑูุฉู ููููุง ุชููุณู ููุตููุจููู ู
ููู ุงูุฏููููููุง ููุฃูุญูุณูู ููู
ูุง ุฃูุญูุณููู ุงูููููู ุฅููููููู ููููุง ุชูุจูุบู ุงููููุณูุงุฏู ููู ุงููุฃูุฑูุถู ุฅูููู ุงูููููู ููุง ููุญูุจูู ุงููู
ูููุณูุฏูููู โ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari keni`matan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.โ Hadirin yang berbahagia ! Syarat yang Ketiga, Selalu ingat kepada Allah , di mana saja kita berada berada. Bagi siapa saja yang ingin menjadikan Muhammad Saw. sebagai teladan , maka ia harus selalu ingat kepada Allah Subhaanahu wa Taโala , baik hati, lisan maupun dengan ingan kepada Allah kita pun akan ingat apa yang telah diperintahkan-Nya, termasuk meneladani pribadi Rasulullah Saw.. Bukankah Allah Subhaanahu wa Taโala memerintahkan kita untuk mengingat-Nya.? ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู
ููููุง ุงุฐูููุฑููุง ุงูููููู ุฐูููุฑุงู ููุซููุฑุงู ๏ดฟูคูก๏ดพ ููุณูุจููุญูููู ุจูููุฑูุฉู ููุฃูุตูููุงู ๏ดฟูคูข๏ดพ โ. Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.โQS. Al-Ahzab 41-42 Semoga dengan pertolongan-Nya kita betul-betul mampu menjadikan Rasulullah Saw. sebagai teladan dalam kehidupan , sebab betapa bahagianya jika kita dapat melakukan hal tersebut. ุจูุงุฑููู ุง ูููู ูููู ููููููู
ู ููู ุงุงููููุฑูุฃู ูู ุง ููุนูุธูููู
ู ูููููุนููููู ูู ุฅู ูููุง ููู
ู ุจู
ููุง ูููููู ู
ููู ุฐูููุฑู ุง ูุญููููููู
ู ุฅู ููููู ูููู ุงูุณููู
ูููุนู ุง ููุนูููููู
ู Khutbah Kedua Hadirin yang berbahagia ! Marilah kita senantiasa memanjatkan doโa kepada Dzat yang telah memberikan nikmat yang tak terhitung jumlahnya, dan kita tidak tertipu dengan gemerlapnya dunia, Semoga kita , selalu mendapat perlindungan dan petunjuk dari-Nya dalam kehidupan yang penuh tipu daya. ุฅูููู ุงูููู ููู
ููุงูุฆูููุชููู ููุตูููููููู ุนูููู ุงููููุจููููุ ููุง ุฃูููููุงู ุงูููุฐููููู ุกูุงู
ูููููุง ุตููููููุง ุนููููููู ููุณููููู
ูููุง ุชูุณูููููู
ูุง. ุงูููููููู
ูู ุตูููู ุนูููู ู
ูุญูู
ููุฏู ููุนูููู ุขูู ู
ูุญูู
ููุฏู ููู
ูุง ุตููููููุชู ุนูููู ุฅูุจูุฑูุงููููู
ู ููุนูููู ุขูู ุฅูุจูุฑูุงููููู
ูุ ู. ููุจูุงุฑููู ุนูููู ู
ูุญูู
ููุฏู ููุนูููู ุขูู ู
ูุญูู
ููุฏู ููู
ูุง ุจูุงุฑูููุชู ุนูููู ุฅูุจูุฑูุงููููู
ู ููุนูููู ุขูู ุฅูุจูุฑูุงููููู
ูุ ุฅูููููู ุญูู
ูููุฏู ู
ูุฌูููุฏู. ุงูููููููู
ูู ุงุบูููุฑู ููููู
ูุณูููู
ููููู ููุงููู
ูุณูููู
ูุงุชูุ ููุงููู
ูุคูู
ููููููู ููุงููู
ูุคูู
ูููุงุชู ุงููุฃูุญูููุงุกู ู
ูููููู
ู ููุงููุฃูู
ูููุงุชูุ ุฅูููููู ุณูู
ูููุนู ููุฑูููุจู ู
ูุฌูููุจู ุงูุฏูุนูููุงุชู. ุฑูุจููููุง ุงุบูููุฑู ููููุง ููููุฅูุฎูููุงููููุง ุงูููุฐูููู ุณูุจููููููุง ุจูุงููุฅููู
ูุงูู ููููุง ุชูุฌูุนููู ููู ูููููุจูููุง ุบูููุงู ููููููุฐูููู ุขู
ููููุง ุฑูุจููููุง ุฅูููููู ุฑูุคูููู ุฑููุญููู
ู ุฑูุจููููุง ุธูููู
ูููุง ุฃููููุณูููุง ููุฅูู ูููู
ู ุชูุบูููุฑู ููููุง ููุชูุฑูุญูู
ูููุง ูููููููููููู ู
ููู ุงููุฎูุงุณูุฑูููู ุฑูุจููููุง ููุจู ููููุง ู
ููู ุฃูุฒูููุงุฌูููุง ููุฐูุฑูููููุงุชูููุง ููุฑููุฉู ุฃูุนููููู ููุงุฌูุนูููููุง ููููู
ูุชููููููู ุฅูู
ูุงู
ุงู ุฑูุจูููุง ุกูุงุชูููุง ููู ุงูุฏูููููุง ุญูุณูููุฉู ููููู ุงููุฃูุฎูุฑูุฉู ุญูุณูููุฉู ููููููุง ุนูุฐูุงุจู ุงูููุงุฑู. ููุงููุญูู
ูุฏู ููููููู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู
ูููู . */Sumber di Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat
Jakarta, NU OnlineRidha artinya rela, mencari Ridha Allah artinya mencari apa yang membuat Allah rela pada diri manusia. Maka seseorang yang memiliki prinsip hidup mencari ridho Allah adalah mereka yang benar-benar menuhankan Allah sekaligus memiliki prinsip orang kerap bertanya bahwa apa yang dilakukannya mendatangkan ridha Allah atau tidak. Terkait hal ini, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor KH M. Luqman menjelaskan tiga hal yang bisa dilihat apakah Allah ridha atau Luqman menerangkan, ridho Allah diketahui lewat, pertama, hal-hal yang diridhai oleh Allah, baik ucapan maupun perbuatan. โLahir maupun batin,โ ucapnya dikutip NU Online, Jumat 12/10 lewat menurut Direktur Sufi Center Jakarta ini, hati kecil manusia yang paling dalam akan bicara bahwa hal itu dirihai atau tidak.โKetiga, tumbuhnya rasa yakin yang menghapus kegalauan, keraguan, dan ketakutan,โ jelas Kiai Luqman. Fathoni
mencari ridho allah dalam hidup